Ground Breaking Pelita Hati School.

JEMBER – Pelita Hati School’s first step towards the new building was an amazing co-operation between all parties involved. We also proud to receive the endorsement of the honourable of Ministry of State Owned Enterprises (Rini Mariani Soemarno), Jember Regency Mayor (Dr. Faida, MMR), Deputy Regent (KH. A. Muqiet Arif), Director of PTPN XI, Director of PTPN XII, Director of PT RNI, Deputy Director of BNI, Director of Mandiri Bank, Director of BTN, Director of BRI, and Director of Mitra Tani Dua Tujuh.

Groundbreaking Pelita Hati School, the symbolic start of pelita hati’s solid foundation of Taruna Bhumi by Arum Sabil as Pelita Hati’s CEO & Risky Ayuningati as Head of Foundation.

We are proud and ready to take the school to the next level. “Pelita Hati School – Success & Excellence”

Read More


Satu-satunya Sekolah yang Terapkan Kurikulum Cambridge di Jember.

pelita hati jember - kunjungan anang (1)

Foto Bersama Anang Hermansyah (Anggota DPR RI) bersama Arum Sabil serta Staff Pelita Hati

JEMBER  ̶  Pelita Hati School kedatangan tamu istimewa, Senin (20/3) lalu. Secara khusus Anang Hermansyah anggota Komisi X DPR RI dan Lilik Na’imah anggota Komisi D DPRD Jember berkunjung ke Pelita Hati School di Jl Karimata Jember. Mereka melihat langsung proses kegiatan belajar mengajar di Pelita Hati School.

Kunjungan tersebut sekaligus meninjau kesiapan Pelita Hati School dalam upaya pengalihan status menjadi Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) yang dirintis sejak 2006 lalu. Anang mengaku takjub dengan siswa Pelita HATI School yang telah disiapkan untuk menghadapi era globalisasi.

“Untuk menghadapi era MEA, tidak hanya dari sisi ekonomi saja, tetapi juga pendidikan dan budaya. SPK dibutuhkan untuk mengakomodasi pelajar luar negeri atau pelajar nasional yang hendak melanjutkan studi ke luar negeri,”tutur Anang.

Berdasar Permendikbud Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan Dasar oleh Lembaga Pendidikan Asing dan Lembaga Pendidikan Indonesia, SPK merupakan sistem pendidikan yang baru yang juga mengadopsi kurikulum dari luar negeri. Meskipun demikian, SPK harus mengikuti proses akreditasi dan ujian nasional (unas) dari Direktorat Pendidikan di Indonesia. SPK juga tetap harus mengajarkan mata pelajaran Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Agama bagi murid-murid Indonesia maupun luar negeri.

Sementara itu, Pembina Yayasan Taruna Bhumi Foundation HM Arum Sabil mengungkapkan, Pelita Hati School hadir di Jember sebagai salah satu lembaga pendidikan dengan sistem yang baru. Tidak hanya mengemukakan kurikulum nasional dalam sistem pendidikannya, di sekolah ini juga menerapkan kurikulum Cambridge.

Kurikulum Cambridge adalah sebuah kurikulum pendidikan yang diadopsi dari kurikulum Universitas Cambridge, Inggris. Siswa didorong untuk menyatakan pendapat dan beradu argumentasi dalam mendiskusikan problematika-problematika sosial. Selain itu, materi-materi dipilih dengan cermat sehingga menarik dan bisa menambah pengetahuan siswa.

pelita hati jember - kunjungan anang (2)“Dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) semua sumber daya harus memiliki daya saing yang kuat. Tidak hanya dalam sisi ekonomi saja, tetapi juga dari segi pendidikan, pertahanan keamanan, dan aspek kehidupan lainnya. Apabila kita tidak memiliki daya saing yang kuat maka kita bisa kehilangan momen untuk mengangkat Bangsa Indonesia di dalam era MEA tersebut,” tegasnya.

Dengan roblox hack no survey or human verification membawa misi melahirkan generasi penerus masa depan, Pelita Hati School lebih mengedepankan kualitas pendidikan daripada kuantitas siswa yang ada di sekolah tersebut. Tidak hanya mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan akademik tinggi tetapi juga memiliki daya saing yang kuat. Menurut Arum Sabil, kemampuan bahasa merupakan jendela untuk menghadapi dunia. Ilmu pengetahuan yang ada di seluruh dunia tentu dapat diakses melalui berbagai media dan bahasa. “Karena itu seluruh generasi muda harus menguasai bahasa asing untuk menyerap ilmu pengetahuan tersebut,” lanjutnya. (kl/lin/cl/aro)

Read More