Siswi SMP Pelita Hati School Mengikuti Imunisasi Campak dan Rubella

Jember – Hari ini, Senin (7/8/2017) puluhan siswa SMP Pelita Hati School mengikuti Imunisasi Campak dan Rubella bersama Tim Kesehatan dari Puskesmas Kec. Sumbersari, Jember.

Semua anak memiliki hak untuk hidup sehat. Hal itu diungkapkan Bupati Jember dr Faida. Bupati Faida mengajak semua pihak untuk mensukseskan program pemerintah memberikan imunisasi Campak dan Rubella pada anak usia 9-15 tahun.

“Menjadi sehat itu hak anak-anak. Dan anak-anak yang sehat merupakan investasi yang tak ternilai,” kata Bupati Faida, Rabu (2/8/2017).

Dalam kampanye imunisasi Campak dan Rubella itu pula, Faida mengumpulkan Kepala Sekolah (Kasek) PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs se Kabupaten Jember di gedung Balai Serba Guna, Kaliwates. Bahkan sebagai tanda dimulainya bulan imunisasi Campak dan Rubella ini, Faida secara langsung menyuntikkan vaksin kepada dua siswa SMP.

Di hadapan para Kasek dan siswa, Faida mengingatkan bahwa imunisasi campak dan rubella dilaksanakan pada Agustus hingga September 2017. Imunisasi ini sangat penting bagi anak karena sifat vaksin yang mampu bertahan seumur hidup.

Pada bulan Agustus ini, imunisasi akan menyasar siswa sekolah. Sedangkan pada bulan September, imunisasi akan dilakukan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang ada di seluruh Kabupaten Jember. Setelah itu, imunisasi akan diwajibkan bagi anak usia dini. Pelaksanaannya bisa di posyandu, puskesmas atau rumah sakit.

Bupati Jember dr. Faida, MMR

“Mari kita sukseskan imunisasi ini karena kita cinta bangsa Indonesia,” ajak Faida.

Untuk mempertegas keseriusan dalam melakukan program imunisasi ini, juga dilakukan penandatanganan pakta integritas. Bahkan Faida berjanji akan turun langsung memantau pelaksanaan program ini agar tercapai serarus persen. “Target nasional di atas 95 persen. Oleh karena itu Jember menargetkan terlaksana 100 persen,” tandas Faida.

Campak merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh suatu virus. Penderita Campak biasanya memiliki ciri-ciri, badan demam dan mata merah. Ketika demam turun, di tubuh muncul bercak-bercak merah. Pada kondisi kronis, penyakit ini bisa menyerang paru-paru.

Demikian juga dengan Rubella, memiliki gejala yang hampir sama dengan Campak. Penyakit ini juga mudah menular. Ketika diimunisasi, tubuh akan memiliki kekebalan terhadap dua penyakit itu seumur hidup.

Selanjutnya, Imunisasi Campak dan Rubella akan dilanjutkan pada hari Selasa (22/8/2017) di Pelita Hati School dan akan diikuti oleh siswa-siswi dari tingkat TK dan SD.

Read More



Jember – State Secretary Ministry launched the theme and the logo of Indonesia’s 72nd Independence Day. On the ministry’s website setneg.go.id, the meaning and the logo is explained.

This year’s Independence Day adopts the theme kebersamaan (togetherness), which serves as the call to Indonesian people to embrace and prioritize the principle of togetherness. Through this theme, the people are reminded to be united in differences and to continue the struggle to become a dignified nation.

In the meantime, the logo ‘72 tahun Indonesia Kerja Bersama’ (72 years of Indonesia Working Together) is the representation of the spirit of gotong royong (mutal cooperation) to build Indonesia to have a better future. Number 7 in the logo represents the symbol of an arrow moving to the upper left direction, symbolizing dynamics of development oriented to a positive future.

In the meantime, the position of number 2 on the logo that is seen to embrace number 7 symbolizes the principle of togetherness in building Indonesia and reaching the targets that have been made. Number 2 also represents the shape of the Indonesian flag that has two parts.

As for the slogan ‘Kerja Bersama’, it shows an inclusive approach and prioritizes and the principles of togetherness and gotong royong in building a better Indonesia. The slogan serves as the call to the people to work together to build a more advanced Indonesia. (TEMPO.CO)

Read More